Data Dasar Keluarga

  • Jumlah Kepala Keluarga Jumlah Kepala Keluarga di Padukuhan Kaliabu berjumlah 533. Dengan jumlah penduduk laki-laki 846 jiwa dan perempuan 873 jiwa.
  • Penguasaan aset ekonomi keluarga Penguasaan asset ekonomi keluarga di Padukuhan Kaliabu didasarkan pada mata pencaharian warga Padukuhan Kaliabu sendiri. UMKM yang ada di Dusun Kaliabu salah satunya adalah sentra industry pembuatan kue lapis yang menjadi ciri khas dari padukuhan Kaliabu. Tambang pasir C yang berupa pasir sungai yang bermuara ke sungai Progo yang menjadi salah satu mata pencaharian para warga Dusun Kaliabu. Selain pembuatan roti lapis dan tambang pasir warga Dusun Kaliabu juga memiliki mata pencaharian berupa pengerajin Gamelan Bondho Gongo

Potensi Padukuhan

Sumber Daya Alam dan Buatan

Luas wilayah Padukuhan Kaliabu adalah sejumlah 46,7 Ha dengan batas wilayahnya adalah :

Timur : berbatasan dengan Dusun Tegalyoso

Selatan : berbatasan dengan Dusun Samodaran dan AmbarKetawang

Barat : berbatasan dengan Kalurahan Ambarketawang

Utara : berbatasan dengan Dusun Dowangan

Dusun Kaliabu dilalui sungai bedog. Pada aliran sungai bedog tersebut, dibangun “tuk air” atau bendungan yang dimanfaatkan untuk mengatur air sungai agar bisa dimanfaatkan oleh daerah yang lain. Dusun Kaliabu juga terdapat tambang C yang berupa pasir sungai. Pasir ini dibawa oleh sungai yang bermuara dari sungai Progo.

Sumber Daya Manusia

Mata pencaharian warga Padukuhan Kaliabu 35% bekerja sebagai buruh harian lepas, 20% sebagai

karyawan swasta, 12% sebagai petani, 15% sebagai ASN, 8% sebagai pedagang, 6% Pensiunan, dan 4% lain-lain.

Adapun tingkat Pendidikan warga Padukuhan Kaliabu diantaranya Sarjana 18 %, SLTA 52 %, SLTP 16 %, SD 12 %, TK 2 %.

Sedangkan Agama yang dianut oleh warga Padukuhan Kaliabu adalah 90% beragama Islam, 5%

beragama Kristen dan 5% beragama katolik.

Kelembagaan

Padukuhan Kaliabu terdiri dari 4 Rukun Warga (RW) 9 Rukun Tetangga (RT). Adapun di Dusun Kaliabu terdapat Kelompok Masyarakat Pengerajin Gamelan Bondho Gongso yang produknya sudah di Impor sampai Negara Jepang.

Sarana-Prasarana

Sarana dan Prasarana yang terdapat di Dusun Kaliabu diantaranya adalah Sarana pendidikan berupa Sekolah Dasar Negeri Tegalyoso. Adapun sarana ibadah di Dusun Kaliabu adalah berupa masjid. Sarana dan prasarana lain yaitu adanya fasilitas kesehatan yaitu Klinik Pratama Palang Merah Indonesia (PMI) yang buka selama 24 jam. Terkait dengan sarana dan prasarana jalan, di dukuh Kaliabu, Jalan sudah dalam kondisi aspal dan diperkeras. Terdapat bendungan air atau “tuk air” di sungai bedog.

Perkembangan Padukuhan

Sejarah Padukuhan

Bergabungnya padukuhan Kaliabu pada desa Banyuraden tidak terlepas dari adanya sejarah pembentukan Desa Bayuraden. Nama dukuh Kaliabu sendiri sudah ada sejak dahulu kala.

Trend Perkembangan Wilayah

Dusun Kaliabu merupakan salah satu dusun di desa Banyuraden, kecamatan Gamping, Kabupaten

Sleman, berbatasan dengan desa Nogotirto, Ngestiharjo, dan desa Ambar Ketawang. Dusun ini memiliki 4 RW, dan 9 RT, serta terletak di sebelah barat jembatan layang Ringroad di Kecamatan Gamping, dan dilalui oleh aliran sungai Bedog. Dusun ini telah menjadi lokasi KKN Tematik UMY selama 5 periode dengan tema “Pengembangan Bank Sampah menuju Kampung Hijau”. Mengingat pada awal pelaksanaan, terdapat tanah kosong yang menjadi tempat pembuangan sampah akhir warga sekitarnya, yaitu di tepi sungai dan di pinggiran jalan kereta api. Hal tersebut menyebabkan dusun ini tampak kurang terawatt dan kumuh. Oleh karena itu, pada tahap pertama KKN, diadakan kegiatan Bank Sampah, yang akhirnya terbentuklah Bank Sampah Karisma, dengan anggota merupakan warga di Wilayah Pedukuhan Kaliabu. Bank sampah ini menampung sampah anorganik berupa kertas, plastik, botol plastik, dsb yang dapat didaur ulang. Barang – barang tersebut dari setiap nasabah akan ditimbang dan dibeli oleh bank dengan harga yang berbeda untuk setiap jenisnya. Sampah yang didapat dijual akan dikumpulkan dan dijual kepada pengepul.Uang yang diperoleh disimpan pada bank tersebut, untuk kemudian diambil pada saat yang disepakati. Bank

Sampah ini dibuka setiap 2 minggu sekali di rumah Bapak Dukuh Kaliabu. Beberapa kerajinan juga

dihasilkan seperti bunga dari kantong plastik.

Data Pertanahan

Luas wilayah di dukuh Kaliabu seluas 52 Ha, dengan penggunaan tanah untuk pertanian seluas 14 Ha, untuk tempat tinggal seluas 17 Ha dan selebihnya digunakan untuk tempat fasilitas umum dan fasilitas sosial, kegiatan ekonomi perdagangan dan jasa.

Peran Serta Masyarakat

Kondisi Ekonomi

Kegiatan perekonomian di Padukuhan Kaliabu didasarkan pada mata pencaharian dari warga Kaliabu sendiri. Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya yaitu 35% bekerja sebagai buruh harian lepas, 20% sebagai karyawan swasta, 12% sebagai petani, 15% sebagai ASN, 8% sebagai pedagang, 6% Pensiunan, dan 4% lain-lain. Kelompok masyarakat yang ada di Dusun Kaliabu adalah Kelompok Tani Makmur, Kelompok Seni Ketoprak, Karawitan, Jathilan Mardi Tresno Kaliabu Turuso. Selain itu terdapat kelompok masyarakat perikanan dan peternakan sapi. Semua kelompok masyarakat ini turut menunjang perekonomian masyarakat padukuhan Kaliabu.

Dukuh Kaliabu mempunyai letak yang sangat strategis, karena dilalui oleh Jalan lingkar/ ring road, sehingga wilayah yang berada disekitar pinggir jalan dijadikan sebagai pusat kegiatan ekonomi perdangan dan jasa. Di dukuh Kaliabu, juga terkenal sebagai sentra industri roti lapis. banyak diantarnya penduduk Dusun Kaliabu yang memiliki usaha roti lapis yang bahkan sudah terkenal sampai luar kota Yogyakarta.

Kondisi Sosial

Kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan di Padukuhan Kaliabu adalah Posyandu anak-anak dan Lansia, PKK dan arisan yang rutin dilaksanakan 1 bulan sekali. Adapun pelaksanaan Ronda malam dilaksanakan setiap hari dengan jadwal bergilir bapak-bapak dan pemuda Padukuhan Kaliabu.

Kondisi Budaya

Kegiatan kebudayaan di Padukuhan Kaliabu sampai saat ini berjalan dengan rutin. kelompok seni kebudayaan yang terdapat di Padukuhan Kaliabu diantaranya adalah Kelompok seni Ketoprak, Karawitan, Jathilan dengan nama kelompok seni Mardi Tresno Kaliabu Turusan yang mengadakan latihan seni secara rutin. Tidak jarang kelompok seni ini beberapa acara pemerintah maupun acara swasta.