Data Dasar Keluarga

  • Jumlah Kepala Keluarga Padukuhan Dowangan terdiri dari 486 Kepala Keluarga, dengan jumlah warga sebanyak 1319 orang yang terdiri dari 640 orang atau sebesar 48,52% berjenis kelamin laki-laki dan 679 atau sebesar 51,48% orang berjenis kelamin perempuan dari keseluruhan jumlah penduduk.
  • Penguasaan Aset Ekonomi Keluarga
  • Untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di dusun Dowangan, Banyuraden mayoritas penduduknya berkerja sebagai buruh lepas, namun demikian masih ada juga yang berprofesi sebagai pengusaha, baik pedagang, pengusaha kos, pengusaha industri, pengusaha laundry, petani, Pegawai Negeri Sipil, dan lain-lain.

Potensi Padukuhan

Sumber Daya Alam dan Buatan

Luas wilayah Padukuhan Dowangan adalah sejumlah 46,7 Ha dengan batas wilayahnya adalah :

  • Timur : berbatasan dengan dusun Sukunan
  • Selatan : berbatasan dengan Dusun Kaliabu
  • Barat : berbatasan dengan Kalurahan Ambarketawang
  • Utara : berbatasan dengan Kalurahan Nogotirto

Sumber daya alam yang terdapat di Padukuhan Dowangan diantaranya adalah adanya sumber mata air yang telah ada sejak zaman Keraton Yogyakarta. Sumber mata air tersebut dahulu dijadikan pemandian para Putri Keraton. Saat ini sumber mata air tersebut telah mengalami beberapa renovasi dan saat ini digunakan oleh warga sebagai fasilitas umum yaitu sebagai tempat pemandian dan keperluan sehari-hari warga.

Sumber Daya Manusia

Mata pencaharian warga Padukuhan Dowangan 30% bekerja sebagai buruh harian lepas, 15% sebagai karyawan swasta, 13% sebagai petani, 12% sebagai ASN, 10% sebagai pedagang, 8% Pensiunan, 5% sebagai anggota TNI/POLRI, 4% sebagai Honorer, dan 3% lain-lain. Adapun tingkat Pendidikan warga Padukuhan Dowangan diantaranya Sarjana. 13 %, SLTA 54 %, SLTP 18 %, SD 13 % , TK 2 %. Sedangkan Agama yang dianut oleh warga Padukuhan Dowangan adalah 94% beragama Islam, 4% beragama Kristen dan 2% beragama katolik.

Kelembagaan

Padukuhan dowangan terdiri dari 2 Rukun Warga (RW) yaitu RW 16 untuk Dusun Dowangan dan RW 17 untuk Desa Kradenan, dari kedua RW tersebut terdiri dari 6 Rukun Tetangga (RT). Adapun di Dusun Dowangan terdapat beberapa Kelompok Masyarakat diantaranya Kelompok Masyarakat Tani Gotong Royong, Kelompok Masyarakat Peternak Kambing Mendo Ngremboko, KWT Rukun, Kelompok Masyarakat Perikanan Mina Mukti, Bank Sampah Kradenan Berseri, Kelompok Masyarakat Seni Karawitan Simo Laras

Sarana-Prasarana

Sarana dan Prasarana yang terdapat di Dusun Dowangan diantaranya adalah adanya tempat pemandian umum bagi warga Dusun Dowangan yang sebelumnya memiliki sejarah sebagai Pemandian bagi Putri Keraton Yogyakarta. Sarana dan prasarana lainnya yg terdapat di Dusun Dowangan adalah adanya fasilitas Pendidikan yaitu Universitas Nahdatul Ulama atau dikenal dengan sebutan UNU, selain itu di dusun Dowangan ini terdapat sarana pendidikan SD Negeri Banyuraden, TK Pamardi Siwi dan Tempat Penitipan Anak (TPA). Selain itu beberapa cagar budaya yang dilindungi Pemerintah banyak terdapat di Dusun Dowangan. Cagar budaya yang dilindungi pemerintah ini juga disewakan kepada masyarakat umum adalah Rumah sakit yang didirikan sejak zaman Belanda dan saat ini disewakan sebagai Pabrik Meubeler ASRAM dengan syarat bahwa bangunan asli cagar budaya tersebut tidak boleh direnovasi atau harus dijaga keasliannya. Adapun tanah tempat berdirinya cagar budaya tersebut merupakan tanah SG (Sultan Ground).

Di Padukuhan Dowangan juga terdapat makam umum yang masih aktif dimana makam tersebut

terdapat makam dari Kasepuhan cikal bakal Desa Kradenan. Selain itu terdapat pula rumah Joglo

yang berdiri sejak zaman Belanda dan sampai saat ini masih dalam proses perundingan dengan

warga yang menempati rumah Joglo tersebut untuk dapat didaftarkan sebagai salah satu cagar

budaya Perundingan ini dilaksanakan karena selama ini joglo tersebut didiami oleh warga secara

turun temurun.

Perkembangan Padukuhan

Sejarah Padukuhan

Bergabungnya padukuhan Dowangan pada desa Banyuraden tidak terlepas dari adanya sejarah

pembentukan Desa Bayuraden. Nama dukuh Dowangan sendiri sudah ada sejak dahulu kala.

Trend perkembangan wilayah

Perkembangan pembangunan fisik di wilayah Padukuhan Dowangan dapat dikatakan pesat. Di Padukuhan ini telah berdiri Fasilitas Pendidikan yaitu Universitas Nahdatul Ulama atau yang lebih dikenal dengan UNU dengan dan ada Pabrik Meubeler ASRAM. selain itu karena dukuh Dowangan ini terdapat jalan ringroad menjadikan wilayah ini berkembang dengan baik. Perkembangan wilayah terlihat dari munculnya bangunan baik untuk bisnis, industri, rumah tinggal dan lainnya. Pengaruh adanya berbagai macam kegiatan ekonomi dan pendidikan menjadikan wilayah disekitarnya berkembang usaha untuk kost dan menjadi pedagang disekitarnya. Pada saat ini, dusun Dowangan juga menjadi area penetapan lokasi untuk Pembangunan Jalan Tol Jogya – Bandara NYIA. Jumlah bidang terdampak pembangunan jalan Tol Jogya – Bandara NYIA sebanyak 270 bidang. Dengan adanya pembangunan jalan tol tersebut tentunya akan memberikan dampak perkembangan wilayah yang lebih baik lagi.

Data Pertanahan

Jumlah bidang yang terdapat di Padukuhan Dowangan adalah 856 bidang. dengan rincian jumlah bidang yang telah bersertifikat sejumlah 786 bidang dan yang belum bersertifikat sejumlah 70 bidang. Adapun jumlah Sultan Ground (SG) yang ada di Padukuhan Dowangan adalah sejumlah 4 Ha. Sampai saat ini tanah tersebut dikuasai dan digunakan oleh warga Padukuhan Dowangan untuk tempat tinggal yang sudah turun temurun selama 3 s.d 4 generasi.

Peran serta masyarakat

Kondisi Ekonomi

Kegiatan perekonomian di Padukuhan Dowangan didsarkan pada mata pencaharian dari warga Dowangan sendiri. Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya yaitu 30% bekerja sebagai buruh harian lepas, 15% sebagai karyawan swasta, 13% sebagai petani, 12% sebagai ASN, 10% sebagai pedagang, 8% Pensiunan, 5% sebagai anggota TNI/POLRI, 4% sebagai Honorer, dan 3% lain-lain.

Beberapa Kelompok Masyarakat atau Pokmas seperti Kelompok Masyarakat Tani Gotong Royong,

Kelompok Masyarakat Peternak Kambing Mendo Ngremboko, KWT Rukun, Kelompok Masyarakat

Perikanan Mina Mukti, Bank Sampah Kradenan Berseri, Kelompok Masyarakat Seni Karawitan Simo Laras juga memberikan andil dalam pertumbuhan perekonomian di Padukuhan Dowangan.

Kondisi Sosial

Kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan di Padukuhan Dowangan adalah posyandu anak-anak dan lansia, PKK dan arisan yang rutin dilaksanakan 1 bulan sekali. Adapun pelaksanaan Ronda malam dilaksanakan setiap hari dengan jadwal bergilir bapak-bapak dan pemuda Padukuhan Dowangan.

Kondisi Budaya

Kegiatan kebudayaan di Padukuhan Dowangan sampai saat ini berjalan dengan rutin. Beberapa Sanggar kebudayaan yang terdapat di Padukuhan Dowangan diantaranya adalah Sanggar Tari Cipto Nugroho yang mengadakan latihan karawitan setiap hari Sabtu. Sedangkan seni Tari dan latihan seni wayang setiap hari Minggu. Adapula Kegiatan Masyarakat seni Karawitan Simo Laras juga rutin mengadakan latihan, dan bahkan tidak jarang kedua Sanggar ini diundang ke beberapa acara pemerintah maupun acara swasta.

Salah satu cagar Budaya yang ada di Padukuhan Dowangan yaitu Rumah sakit yang didirikan

Zaman Belanda Saat ini di sewa oleh masyarakat umum sebagai Pabrik Meubeler ASRAM