1. Sadranan

Sadranan adalah hajatan kegiatan menjelang bulan ruwah sebelum ramadan untuk mendoakan leluhur yang telah meninggal. Biasanya diadakan di makam dengan tanggal pelaksanaanya ditentukan oleh pihak pengurus. Tahapannya yakni membaca surat yasin, tahlil, dan melakukan sodoran. Sodoran yakni seorang ahli waris ibu-ibu yang melakukan saling menukarkan makanan. Makanan yang ditukar bermacam-macam.

2. Kenduren

Kenduren yakni syukuran untuk mendoakan keselamatan yang dilakukan sebelum acara. Kegiatan ini dipimpin oleh mbah kaum dengan pihak penyelenggara menyediakan makanan yang dibagikan kepada masyarakat yang menghadiri kenduren. Selain kenduren biasa, terdapat kenduren kupatan yang dilakukan setiap sore hari puasa terakhir pada bulan Ramadan. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat membawa kupat, sayuran, opor, sambal goreng, dan anek lauk, serta melakukan doa setelah menjalankan ibadah selama bulan Ramadan.

3. Tahlilan

Tahlilan merupakan kegiatan untuk mendoakan kepada orang-orang yang telah meninggal dan dikubur. Tahlilan biasanya dilakukan setiap malam dari setelah dimakamkan, hari ketiga, hari ketujuh, hari ke-40, hari ke-100, satu tahun, dua tahun, dan 1000 hari atau 3 tahun. Makanan yang dibagikan dalam tahlilan berupa makanan mentahan seperti telur, beras, mie bungkus, dan sebaginya kecuali nasi gurih, ketan dan kue apem. Selain tahlilan biasa, terdapat tahlilan singir merupakan tahlilan yang meggunakan lantunan jawa dipadukan dengan lantunan islam. Saat bacaan berada “laa illah hailallah”, akan dibacakan tembang macapat asmaradana