Panduan darurat saat terjadi bencana di desa meliputi tiga tahap utama : evakuasi mandiri, penyelamatan korban, dan pelaporan kepada perangkat desa atau otoritas terkait. Warga harus segera menuju titik kumpul, menghindari bangunan dan tiang, serta memprioritaskan kelompok rentan.
Berikut adalah langkah-langkah konkret yang harus diambil :
- Saat Terjadi Bencana (Tanggap Darurat)
- Evakuasi ke Tempat Aman: Segera tinggalkan bangunan atau lokasi berbahaya. Berjalan cepat menuju titik kumpul desa yang telah ditentukan tanpa panik.
- Lindungi Diri Sendiri: Jika berada di dalam ruangan saat terjadi guncangan, segera berlindung di bawah meja yang kuat atau lindungi kepala dengan benda keras. Jauhi jendela kaca atau benda yang mudah roboh.
- Hindari Area Berbahaya: Jangan berdiri atau berteduh di dekat tiang listrik, pohon besar, tebing, atau bangunan yang rusak.
- Penanganan dan Koordinasi di Tingkat Desa
- Lapor Cepat: Segera laporkan kejadian dan lokasi bencana kepada Kepala Desa, RT/RW, atau posko kebencanaan setempat agar bantuan darurat dapat segera dikerahkan.
- Prioritaskan Kelompok Rentan: Bantu evakuasi dan berikan pertolongan pertama kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas terlebih dahulu.
- Fungsi Posko Desa: Manfaatkan fasilitas umum yang aman (balai desa, lapangan) sebagai dapur umum dan tempat pengungsian sementara.
- Pengecekan Pasca Bencana
- Pastikan Kondisi Aman: Jangan langsung kembali ke rumah jika situasinya belum dinyatakan aman oleh otoritas berwenang (aparat desa atau tim SAR).
- Cek Anggota Keluarga: Lakukan pendataan singkat mengenai keberadaan dan kondisi seluruh anggota keluarga di titik kumpul.
- Waspada Bahaya Susulan: Hindari kabel listrik yang menjuntai dan jangan menyalakan api jika tercium bau gas