Nglarak blarak atau nglabrak merupakan sebuah permainan tradisional sejenis pacuan kereta berbahan dasar pelepah kelapa asli. Awalnya, permainan ini bersifat tradisi dan hanya ada dan dimainkan oleh anak-anak desa di Area Perbukitan Menoreh saja. Secara fisik permainan nglabrak menggunakan bahan dasar blarak atau pelepah daun kelapa yang memang masih alami. Blarak sendiri masih terdapat lidi, janur, dan pelepah kelapa. Akan tetapi pada variasi yang lain blarak yang digunakan juga ada yang menggunakan blarak jambe atau pelepah daun pohon pinang.
Cara Bermain
• Dalam permainan Nglarak Blarak terdapat dua tim yang saling berhadapan.
• Setiap tim masing-masing memiliki 3 anggota laki-laki dan 3 anggota perempuan. Setiap tim dituntut untuk adu kecepatan dan ketangkasan dengan mengelilingi sebuah arena tanah lapang berbentuk segi empat.
• Mereka saling beradu satu sama lain demi memperebutkan sebuah bumbung. Permainan Nglabrak berlangsung tiga babak yang dipimpin oleh seorang wasit dan juri.
• Pemain Nglarak Blarak memanfaatkan blarak atau pelepah kelapa sebagai tunggangannya layaknya kereta.
• Pelepah tersebut kemudian diseret dan bergesekan langsung ke tanah yang menghasilkan suara berdercit di tanah lapang.
• Dalam permainan ini mereka dituntut untuk adu cepat dan tangkas dalam memperebutkan bumbung atau wadah nira, hasil penyadap sebagai target para pemain ngelabrak ini