Upacara adat SURAN MBAH DEMANG dilaksanakan di Dusun Modinan, Banyuraden, Gamping dengan puncak acara setiap tanggal 7 Suro. Upacara adat ini dilaksanakan untuk mengenang jasa baik seseorang Demang yang pernah menguasai daerah Demakijo.

Panduan pada hakekatnya adalah merupakan tuntunan yang memuat ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan suatu kegiatan. Dalam hal ini yang dimaksud dengan Panduan Pelaksanaan Upacar Adat adalah merupakan ketentuan dari rangkaian suatu kegiatan yang diharapkan sebagai tuntunan dalam penyelenggaraan upacara adat.

PIRANTI / UBARAMPE

Dalam pelaksanaan upacara adat Suran Mbah Demang ada beberapa unsur upacara yang merupakan bentuk manifestasi dari ajaran maupun kehidupan Ki Demang. Unsur-unsur tersebut adalah :

A. Sesaji

Sesaji Suran Kademangan

  1. Dhaharan asrep (makanan tanpa garam)
  2. Sambel goring asrep (sambal goring tanpa garam)
  3. Kelan bening asrep (sayur bening tanpa garam)
  4. Tempe goring
  5. Klepon (terbuat dari ketan, gula jawa dan parutan kelapa)
  6. Apem
  7. Sambel kering
  8. Tape
  9. Pisang
  10. Sagu
  11. Roti tawar
  12. Unjukan kopi dan the
  13. Sekar setaman (rangkaian bunga kanthil, kenanga, mawar)
  14. Sekul kebuli (nasi yang didalamnya dilengkapi dengan ikan ayam utuh)
  15. Emping
  16. Agar-agar
  17. Sekul pethak (nasi putih)
  18. Perlengkapan makan : piring, sendhok, wijikan (cucian tangan), kursi,bantal dan diyan teplok (pelita).

Sesaji Slawatan, terdiri dari :

  1. Tumpeng megono (nasi yang dibentuk menyerupai gunung dilengkapi dengan gudangan gori.
  2. Tumpeng gurih (nasi yang dibentuk gunung yang rasanya gurih)
  3. Tumpeng sak murubing dammar (tumpeng yang ⅓ bagiannya berwarna kuning yang terletak di bagian atas)
  4. Tumpeng sego ungguh (tumpeng dengan dominasi warna kuning sedang sisanya berwarna putih dan hitam)
  5. Pisang raja
  6. Tukon pasar
  7. Sekul gurih (nasi gurih)
  8. Ingkung ayam
  9. Srabi (sejenis apem dengan rasa gurih)
  10. Klepon
  11. clorot (jenang dari ketan yang dibungkus dengan daun kelapa muda)
  12. Bulus angkrem (naasi dibuat dalam bentuk setengah lingkaran)
  13. 7 macam jenang
  14. Ketupat
  15. Sekar Sri Taman (rangkaian bunga kenanga, mawar, kanthil dan irisan daun pandan)
  16. Sekar loloh (rangkaian bungayang ditempatkan di dapan tungku yang berupa mawar, kanthil dan kenanga0
  17. Dhawet
  18. Arang-arang kambang (santan manis yang dilengkapi dengan irisan roti tawar)

B. Kendhi Ijo

Kendhi ijo yaitu nasi dilengkapi dengan lauk berupa kelan tholo dan gudangan bumbu tumbuk yang kemudian dibungkus dengan daun pisang berwarna hijau. Kendhi Ijo ini akan dibagikan kepada semua orang yang ada di sekitar tempat upacara baik pedagang, penduduk maupun masyarakat yang menginginkannya

Sehubungan dengan hal tersebut dalam bab ini akan didiskripsikan secara sistematis tentang pelaksanaan upacara adat sesuai ruang lingkup bahasannya, dimana untuk masing-masing upacar adat mengandung hal-hal sebagai berikut :

1. Tahap Kegiatan Pelaksanaan Upacara Adat

Sebagai langkah awal dalam pelaksanaan suatu kegiatan adalah dengan menginventarisir semua kegiatan yang akan dilaksanakan dan menyusun dalam rangkaian tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan sangat diperlukan dalam upaya memberikan kejelasan kegiatan serta mewujudkan kontrol dan disiplin kegiatan. Tahapan kegiatan dalam bab ini akan diuraikan secara sistematis dalam bentuk tabel.

2. Skenario upacara adat

Merupakan rangkaian acara menyeluruh dalam tata upacara adat, yang memberikan gambaran tentang tata urutan dan tata laku acara prosesi upacara adat. Skenario adalah merupakan acuan dasar pelaksanaan upacar adat yang dalam implementasinya dengan tidak mengurangi esensi materi pokok dapat disesuaikan dengan kondisi. Bentuk skenario dituangkan dalam tabel.

3. Penataan Personil, Kelengkapan dan Tata Tempat Pendukung Upacara Adat

Salah satu komponen penting dalam pelaksanaan upacara adat menyangkut personil, kelengkapan dan tata tempat pendukung upacara adat. Oleh karena itu diperlukan pembahasan tentang hal ini walaupun dalam pelaksanaannya masih dimungkinkan adanya pengurangan maupun penambahan dan atau perubahan dari buku panduan ini. Penataan personil, kelengkapan dan tata tempat sangat diperlukan pula dalam penentuan anggaran kegiatan.

A. Panduan Pelaksanaan Upacara Adat Suran Mbah Demang

  1. Tahapan Kegiatan Pelaksanaan Upacara Adat

  1. Skenario Upacara Adat

  1. Penataan Personil, kelengkapan dan Tata Tempat pendukung Upacara Adat Suran Mbah demang

Penataan personil dan kelengkapan pendukung upacara adat Suran Mbah Demang dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :