{"id":4011,"date":"2025-05-09T14:51:34","date_gmt":"2025-05-09T07:51:34","guid":{"rendered":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/?page_id=4011"},"modified":"2025-05-14T10:26:22","modified_gmt":"2025-05-14T03:26:22","slug":"padukuhan-modinan","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/padukuhan-modinan\/","title":{"rendered":"Padukuhan Modinan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data Dasar Keluarga<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jumlah Kepala Keluarga<\/strong> Berdasarkan hasil wawancara dengan Suhartono yang saat ini menjabat sebagai Kepala Padukuhan Modinan, disebutkan bahwa terdapat sebanyak 600 KK dengan jumlah warga sebanyak 2500 orang. Dari sejumlah angka jumlah penduduk tersebut, kurang lebih 100 KK dan 500 jiwa, merupakan penduduk yang berada di dalam komplek militer Kompi 103 dan Kompi Cavaleri yang secara administratif berada dibawah Babin Administrasi. Jumlah tersebut berbeda dengan data yang disajikan di website kalurahan, yaitu sebanyak 1.146 KK dengan jumlah warga sebanyak 3.082 jiwa (https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/first\/wilayah) . Sejumlah jiwa tersebut terdiri dari 1.578 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 1.504 jiwa berjenis kelamin perempuan. Perbedaan jumlah penduduk tersebut terjadi akibat data kependudukan saat ini mayoritas berasal dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta belum adanya sensus per padukuhan. \u201cJumlahnya kurang lebih 600 KK dan banyaknya jiwa 2500 jiwa, tapi angka pastinya kurang tahu. [\u2026] Saat ini dengan adanya kemudahan pencatatan pindah atau masuk penduduk melalui online, Dukuh kesulitan mencatat jumlah warganya. Sensus terakhir itu dulu pernah dilakukan oleh mahasiswa yang sedang KKN, tahunnya saya lupa.\u201d (Suhartono-Dukuh Padukuhan Modinan, 2023).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penguasaan Aset Ekonomi Keluarga<\/strong> Berdasarkan data mata pencaharian penduduk di Kalurahan Banyuraden, terdapat 10 kelompok pekerjaan yang memiliki prosentase terbanyak.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penguasaan Aset Ekonomi Keluarga<\/strong> Berdasarkan data mata pencaharian penduduk di Kalurahan Banyuraden, terdapat 10 kelompok pekerjaan yang memiliki prosentase terbanyak.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>No<\/strong><\/td><td><strong>Kelompok<\/strong><\/td><td colspan=\"2\"><strong>Jumlah<\/strong><\/td><td colspan=\"2\"><strong>Laki-Laki<\/strong><\/td><td colspan=\"2\"><strong>Perempuan<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><br><\/td><td><br><\/td><td><strong>Jiwa<\/strong><\/td><td><strong>Persen<\/strong><\/td><td><strong>Jiwa<\/strong><\/td><td><strong>Persen<\/strong><\/td><td><strong>Jiwa<\/strong><\/td><td><strong>Persen<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>1<\/td><td>Belum\/Tidak Bekerja<\/td><td>4,425<\/td><td>22.78<\/td><td>2,166<\/td><td>11.15<\/td><td>2,259<\/td><td>11.63<\/td><\/tr><tr><td>2<\/td><td>Pelajar\/Mahasiswa<\/td><td>3,371<\/td><td>17.35<\/td><td>1,747<\/td><td>8.99<\/td><td>2,624<\/td><td>8.36<\/td><\/tr><tr><td>3<\/td><td>Karyawan Swasta<\/td><td>3,160<\/td><td>16.27<\/td><td>1,981<\/td><td>10.2<\/td><td>1,179<\/td><td>6.07<\/td><\/tr><tr><td>4<\/td><td>Mengurus Rumah Tangga<\/td><td>2,958<\/td><td>15.23<\/td><td>9<\/td><td>0.05<\/td><td>2,949<\/td><td>15.18<\/td><\/tr><tr><td>5<\/td><td>Buruh Harian Lepas<\/td><td>2,127<\/td><td>10.95<\/td><td>1,591<\/td><td>8.19<\/td><td>536<\/td><td>2.76<\/td><\/tr><tr><td>6<\/td><td>Wiraswasta<\/td><td>1,136<\/td><td>5.58<\/td><td>783<\/td><td>4.03<\/td><td>353<\/td><td>1.82<\/td><\/tr><tr><td>7<\/td><td>PNS<\/td><td>571<\/td><td>2.94<\/td><td>358<\/td><td>1.84<\/td><td>213<\/td><td>0.83<\/td><\/tr><tr><td>8<\/td><td>Pensiunan<\/td><td>541<\/td><td>2.79<\/td><td>379<\/td><td>1.95<\/td><td>162<\/td><td>0.83<\/td><\/tr><tr><td>9<\/td><td>Pedagang<\/td><td>300<\/td><td>1.54<\/td><td>111<\/td><td>0.57<\/td><td>189<\/td><td>0.97<\/td><\/tr><tr><td>10<\/td><td>TNI<\/td><td>252<\/td><td>1.3<\/td><td>247<\/td><td>1.27<\/td><td>5<\/td><td>0.03<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tabel 1. Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari 10 kelompok mata pencaharian dengan prosentase terbanyak di Banyuraden, rata-rata penduduk di Padukuhan Modinan memiliki mata pencaharian karyawan swasta, buruh harian lepas, PNS, dan TNI. Berdasarkan kelompok mata pencaharian tersebut, potensi ekonomi di wilayah tersebut didominasi oleh sektor perdagangan. Gambar<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya kios-kios di dekat Jalan Godean dan minimnya area pertanian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Potensi Padukuhan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Sumber Daya Alam dan Buatan Batas wilayah di Padukuhan Modinan berupa jalan, pekarangan, dan persawahan. Adapun batas Padukuhan Modinan sebagai berikut:<ol><li>Utara : Kalurahan Nogotirto Batas antara Modinan dan Nogotirto di sisi utara secara fisik berupa saluran kecil. Saluran tersebut memanjang dengan arah timur barat.<\/li><li>Timur : Padukuhan Patran Batas antara Modinan dan Patran yang terletak di sisi timur Padukuhan Modinan secara fisik berupa sungai. Arah sungai melintang utara selatan. Di sisi timur sungai merupakan wilayah Patran dan di sisi barat sungai menjadi wilayah Modinan.<\/li><li>Selatan : Kalurahan Cokrowijayan Batas Modinan di sisi selatan secara fisik berupa tanah pekarangan dan tugu beton. Tugu ke arah timur masuk Cokrowijayan.<\/li><li>d. Barat : Padukuhan Kradenan Batas antara Modinan dan Kradenan yang berada di sisi barat Padukuhan Modinan secara fisik berupa saluran dengan lebar kurang lebih 2 m. Saluran ini memanjang dengan arah utara selatan. Bidang tanah yang berada di barat saluran dan selatan tembok beton merupakan wilayah Kradenan sedangkan bidang tanah yang berada di timur saluran dan utara tembok beton menjadi wilayah Modinan.<\/li><\/ol>Berdasarkan penelusuran data di lapangan, di Padukuhan Modinan terdapat kelompok tani ikan dengan nama \u2018\u2019Mina Makmur\u201d. Kelompok tani ini belum memberikan hasil yang optimal dikarenakan masih sebatas hobi penggemar ikan. Di lokasi ini terdapat kurang lebih 8 kolam tempat pemijahan ikan nila dan bawal . Air yang masuk mengaliri kolam bersumber dari saluran irigasi yang berhilir di sungai sisi timur Modinan. Dilihat dari kondisi lapangan, sumber daya buatan ini apabila diolah akan berpotensi memberi nilai lebih bagi daerah setempat.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sumber Daya Manusia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kelompok Usia<\/strong> Menunjukkan pembagian penduduk Banyuraden menurut kelompok umur. Sampai dengan laporan ini dibuat, tidak ditemukan pembagian penduduk yang detail menurut kelompok umur untuk setiap padukuhan. Diakui oleh Suhartono, bahwa kemudahan pencatatan kependudukan membuat Kepala Dukuh kesulitan untuk mencatat perubahan data penduduk yang terjadi di wilayahnya. Senada dengan Suhartono, Anik mengungkapkan pula bahwa pengelompokkan warga menurut kategori usia (balita, pasangan usia subur, dan lansia) hanya bisa dilakukan apabila warga tersebut aktif di kampung. \u201cSaat ini semua penduduk kalau mengurus data penduduk sangat mudah, bisa langsung ke Kantor Kecamatan tanpa melalui surat pengantar aparat yang ada di tingkat bawah. Hal ini membuat kami kesulitan mencatat setiap perubahan data kependudukan.\u201d (Suhartono, 2023) \u201cData [\u2026] di catatan PKK dan Posyandu. Jika penduduknya aktif berkegiatan di kampung maka dapat tercatat, namun kalau tidak aktif maka tidak akan tercatat. [\u2026] biasanya yang susah terdata itu penduduk di perumahan [\u2026].\u201d (Anik-Ketua PKK Banyumeneng, 2023) <strong>No<\/strong>Sumber : website Banyuraden, 2023 Data detail pembagian penduduk menurut usia pernah dilakukan pada tahun 2014 dan data ini dapat ditemukan di Ruang Kesra Kantor Kalurahan Banyuraden. Namun, sejak terjadinya perubahan SOP dalam pencatatan data maka data Podes tersebut sejak tahun 2014 tidak pernah diperbaharui datanya. \u201cData yang ada di Kalurahan itu semua dari Kader PKK setiap padukuhan. Berhubung setelah tahun sekitar 2015-2017 terjadi perubahan SOP atau kewenangan dalam pencatatan data dan banyaknya pelayanan pendudukan secara online maka data itu sekarang sudah tidak diperbaharui kembali.\u201d (Anik-Ketua PKK Banyumeneng, 2023) Kelompok Usia Tenaga Kerja :<ol><li>Usia 15 \u2013 19 tahun sebanyak : 153 orang<\/li><li>Usia 20 \u2013 24 tahun sebanyak : 167 orang<\/li><li>Usia 25 \u2013 34 tahun sebanyak : 438 orang<\/li><li>Usia 34 \u2013 59 tahun sebanyak : 950 orang<\/li><\/ol>Kelompok Usia Pendidikan :<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Usia 5 \u2013 6 tahun sebanyak : 51 orang<\/li>\n\n\n\n<li>Usia 12 \u2013 13 tahun sebanyak : 247 orang<\/li>\n\n\n\n<li>Usia 13 \u2013 16 tahun sebanyak : 141 orang<\/li>\n\n\n\n<li>Usia 17 \u2013 19 tahun sebanyak : 92 orang<\/li>\n\n\n\n<li>Usia 20 \u2013 44 tahun sebanyak : 1.904 orang<\/li>\n\n\n\n<li>Tingkat Pendidikan Di Modinan maupun Banyumeneng tidak ada data pasti pengelompokkan penduduk menurut tingkat pendidikannya. Khusus di Banyumeneng hanya diinfokan oleh Sidig, Kepala Padukuhan Banyumeneng, mengenai tingkat pendidikan dari terbanyak ke terendah secara berturut yaitu SMA, S1, D3, SMP,dan SD. Data penduduk menurut tingkat pendidikan per padukuhan yang ditampilkan dalam laporan ini diambil dari data Podes Tahun 2014. Pengelompokkan penduduk menurut pendidikan yang ada di website Kalurahan Banyuraden tidak ditampilkan karena terdapat ketidaksesuaian data antara nilai jumlah penduduk untuk masing-masing jenjang pendidikan dan total jumlah penduduk. Pembagian penduduk menurut pendidikan :<ol><li>Pendidikan SLTA : 872<\/li><li>Pendidikan D2 : 174<\/li><li>Pendidikan D3 : 59<\/li><li>Pendidikan PT : 224<\/li><\/ol>Pemeluk Agama Data penduduk menurut jumlah pemeluk agama per padukuhan diambil dari data Podes Tahun 2014. Pengelompokkan penduduk menurut agama yang ada di website Kalurahan Banyuraden tidak ditampilkan karena terdapat ketidaksesuaian data antara nilai jumlah pemeluk agama per padukuhan dan total pemeluk agama dalam satu kalurahan. Pembagian penduduk menurut agama :<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Agama Islam : 2.002 orang<\/li>\n\n\n\n<li>Agama Kristen : 319 orang<\/li>\n\n\n\n<li>Agama Katolik : 147 orang<\/li>\n\n\n\n<li>Agama Hindu : 0 orang<\/li>\n\n\n\n<li>Agama Budha : 0 ornag<\/li>\n\n\n\n<li>Kelembagaan Di Padukuhan Modinan, terdiri dari 3 RW dan 14 RT. Kompi Batalyon 403 dan Kompi Kavaleri Batalyon 403 yang berada di wilayah Modinan tidak termasuk dalam salah satu RW maupun RT karena memiliki pengaturan terpisah. Di dalam padukuhan ini juga terdapat sejumlah kelompok kemasyarakatan, antara lain: 14 kelompok dasawisma, 1 kelompok tani ikan \u201cMina Makmur\u201d, 1 kelompok absari, 1 kelompok Posyandu balita maupun lansia, dan 1 kelompok Jagawarga.<\/li>\n\n\n\n<li>Saran-Prasarana Padukuhan Modinan terdapat sarana pendidikan, peribadatan, perkantoran, dan perdagangan yang mendukung kehidupan masyarakat di tempat tersebut. Berdasarkan sejumlah sarana tersebut, terdapat sejumlah prasarana seperti: jalan utama yang telah diaspal, jalan setapak dalam kondisi cor, saluran air, 1 bangunan sekolah \u201cTK Pradopo\u201d, 1 masjid \u201cMasjid AlHidayah\u201d, 7 mushola, 1 gereja \u201cGKJ Demakijo\u201d, dan 1 area pemakaman.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Perkembangan Padukuhan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Sejarah Padukuhan<\/strong> Kata modinan berasal dari kata \u2018modin\u2019. Konon, tempat ini dahulunya dihuni oleh modin atau kaum keagamaan di lingkungan kerajaan. Menurut Suhartono, Modinan dulu merupakan tempat\/pesanggrahan Kyai Raden yang masih merupakan kerabat Mangkubumi. Kyai Raden tersebut adalah seorang rois\u2019 di Ambar Ketawang. Pada mulanya, Modinan masih termasuk dalam wilayah Kalurahan Kradenan. Namun, sejak penggabungan antara Kalurahan Kradenan dan Kalurahan Banyumeneng yang terjadi sekitar tahun 1946 dan terbentuk kelurahan baru yang saat ini disebut Kalurahan Banyuraden (https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/first\/artikel\/70), Modinan menjadi salah satu wilayah di Banyuraden.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Trend Perkembangan Wilayah<\/strong> Dilihat dari kondisi yang ada di lapangan, baik Modinan maupun Banyumeneng, merupakan daerah yang memiliki tingkat kecepatan pembangunan sangat tinggi dan berkembang menjadi kawasan perdagangan dan permukiman. Hal ini sebagai akibat posisi kedua padukuhan yang terletak tidak jauh dari Kota Yogyakarta dan terdapat sejumlah perguruan tinggi di wilayah tersebut. Tingkat kecepatan pembangunan dapat dilihat dari sejumlah perubahan bentang lahan yang semula berupa pertanian maupun lahan tidur kemudian berubah menjadi tanah pekarangan dan atau perumahan, pengerasan dan perbaikan jalan, pembuatan saluran pembuangan air atau drainase. Bahkan di Modinan ditemukan adanya IPAL yang terletak di RT 1, 2, 3, 4, dan 13. Adanya saluran tersebut membuat air limbah menjadi aman ketika masuk ke saluran drainase.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Data Pertanahan<\/strong> Berdasarkan data PKL Pengukuran Bidang Tanah dan Penilaian Tanah Tahun 2023, terdapat kurang lebih sebanyak 889 bidang Gambar tanah yang terletak di Padukuhan Modinan. Dari sejumlah bidang tersebut sebagian besar sudah memiliki hak (770 bidang atau 86,61%) dan sebagian kecil belum diketahui jenis haknya (119 bidang atau 13,38%). Jenis hak yang paling dominan adalah Hak Milik, dengan jumlah bidang sebanyak 713 bidang. Sisanya berupa bidang tanah dengan status Hak Guna Bangunan, Hak Pakai, serta Hak Milik yang diwakafkan. Kondisi tersebut dikuatkan oleh pernyataan Suhartono, bahwa mayoritas bidang tanah di Modinan merupakan tanah milik. Namun demikian, dapat ditemukan tanah non milik pribadi seperti tanah Sultan Ground (SG). Tanah SG di lapangan dimanfaatkan sebagai pemakaman dan kawasan militer Batalyon 403.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Peran Serta Masyarakat<\/strong> Menurut Suhartono, UMKM yang besar dan berkembang di Padukuhan Modinan adalah yang bergerak di bidang jajanan pasar karena lokasi padukuhan ini di dekat pasar dan kota. Usaha lain adalah kurungan burung dan catering kecil.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kondisi Sosial<\/strong> Kegiatan sosial di wilayah Modinan antara lain posyandu Balita, posyandu Lansia, PKK, kelompok kader Apsari\/KB, Kelompok Tani Ikan \u201cMina Makmur\u201d, dsb. Kegiatan sosial di Padukuhan Banyumeneng antara lain ronda, pertemuan PKK, Pertemuan RT, Kelompok Jagawarga (dibentuk sesuai edaran Gubernur DIY), pertemuan karangtaruna, pengajian (ibu tiap jumat sore, bapak tiap malam rabu), pengajian 1 padukuhan cahaya pagi setiap 1 pasaran di hari sabtu\/ 35 hari.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kondisi Budaya<\/strong> Di wilayah Modinan, terdapat kegiatan jathilan, hadroh (ibu-ibu pengajian), dan bregodo prajurit. Jathilan pentas sesuai dengan permintaan tanggapan. Bregodo prajurit memiliki baju seragam yang dibantu dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman biasanya untuk mendukung acara Mbah Demang. Acara Mbah Demang ini yang diperingati setiap tanggal 7 malam 8 suro ini diinisiasi dari trah mbah demang dan didukung pemerintah. Kondisi budaya yang ada di Banyumeneng tidak jauh berbeda dengan kondisi budaya di Modinan. Jathilan, bregodo, dan acara Mbah Demang ditemukan pula di Banyumeneng. Budaya yang tidak ditemukan di Modinan yaitu adanya budaya mocopatan, karawitan, wayang kulit (kolabirasi dengan Padukuhan Sukunan), dan seni tari \u201cMbah Juru Patran\u201d. Sidig, mengemukakan bahwa ada budaya lain yang umumnya dilakukan di Banyuraden yaitu nyadran di setiap bulan ruwah, sodoran dan selikuran (tahlil di malam ke-21 bulan Ramadhan), dan kupatan di setiap jelang takbir lebaran.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Data Dasar Keluarga No Kelompok Jumlah Laki-Laki Perempuan Jiwa Persen Jiwa Persen Jiwa Persen 1 Belum\/Tidak Bekerja 4,425 22.78 2,166 11.15 2,259 11.63 2 Pelajar\/Mahasiswa 3,371 17.35 1,747 8.99 2,624 8.36 3 Karyawan Swasta 3,160 16.27 1,981 10.2 1,179 6.07 4 Mengurus Rumah Tangga 2,958 15.23 9 0.05 2,949 15.18 5 Buruh Harian Lepas 2,127 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":89,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-4011","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4011","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/89"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4011"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4011\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4024,"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4011\/revisions\/4024"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4011"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}