{"id":4008,"date":"2025-05-09T14:51:08","date_gmt":"2025-05-09T07:51:08","guid":{"rendered":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/?page_id=4008"},"modified":"2025-05-14T10:25:45","modified_gmt":"2025-05-14T03:25:45","slug":"padukuhan-kanoman","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/padukuhan-kanoman\/","title":{"rendered":"Padukuhan Kanoman"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padukuhan Kanoman<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Data Dasar Keluarga Jumlah Kepala Keluarga Gambaran kependudukan di wilayah Padukuhan Kanoman terdiri dari 545 Kepala keluarga, dengan jumlah warga sebanyak 1584 jiwa.<\/li>\n\n\n\n<li>Penguasaan Aset Ekonomi Keluarga Mata pencaharian utama penduduk di Padukuhan Kanoman adalah sebagai Buruh Bangunan. Dengan pendapatan perhari untuk tukang (bangunan) adalah Rp.125.000 dan kernet adalah Rp.100.000. Walaupun masih ada wilayah padukuhan yang berupa pertanian, namun bertani hanya menjadi pekerjaan sampingan dari masyarakat. Luas lahan pertanian rata-rata yang dimiliki oleh kepala keluarga yang masih bertani adalah seluas 500 m2, yang biasanya menghasilkan 50 kg gabah basah. Adapun dalam satu tahun bisa ditanami padi tiga kali (tiga kali panen).<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Potensi Padukuhan<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Sumberdaya Alam dan Buatan Secara administrasi, padukuhan kanoman berbatasan dengan:<ol><li>Sebelah Utara : Padukuhan Sukunan dan Padukuhan Banyumeneng<\/li><li>Sebelah Timur : Kalurahan Ngestiharjo Kabupaten Bantul<\/li><li>Sebelah Selatan : Padukuhan Dukuh<\/li><li>Sebelah Barat : Padukuhan Dukuh<\/li><\/ol>Sumberdaya buatan yang menjadi salah satu potensi di padukuhan kanoman adalah Dam\/ Bendungan Kanoman yang dibangun untuk pengairan wilayah Bantul. Bendungan ini dimanfaatkan oleh masyarakat dukuh kanoman untuk perikanan. Walaupun tidak menjadi sumber mata pencaharian primer, namun sejak bendungan ini dibangun, Pemerintah Kabupaten Bantul mempersilahkan warga Dukuh Kanoman untuk mengadakan perayaan musiman pengeringan bendungan untuk diambil ikannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Sumber Daya Manusia Mayoritas penduduk di Padukuhan Kanoman bekerja sebagai Buruh Bangunan (60%), dengan kegiatan bertani sebagai pekerjaan sampingannya. Berdasarkan tingkat pendidikan mayoritas pendidikan masyarakat adalah SLTA sederajat. Berdasarkan agama yang dianut, penduduk Kalurahan Kanoman seluruhnya menganut Agama Islam. Berdasarkan jenis kelamin, penduduk Padukuhan Kanoman berjenis kelamin laki-laki berjumlah 817 Jiwa dan 767 Jiwa.<\/li>\n\n\n\n<li>Kelembagaan Padukuhan Kanoman dipimpin oleh Kepala Dukuh, Bapak Jumakir. terdiri atas 2 (dua) kampung yakni Kampung Kanoman dan Kampung Geplakan. Dua Kampung tersebut diwakili oleh dua RW yakni RW 5 dan RW 6, terdiri :<ol><li>Kampung Kanoman RW 05 RT 01, 02, 03, 04<\/li><li>Kampung Geplaka RW 06, RT 05 (Perum Kanoman), 06, 07<\/li><\/ol>Terdapat 1 Karang Taruna yang aktif melaksanakan pertemuan rutin dan membantu kegiatan di kampung. Karang taruna dimaksud adalah Karang Taruna Wira Muda. Terdapat kelompok tani di Padukuhan Kanoman, yakni Kelompok Tani Maju Makmur. Pada tahun 1999 kelompok tani mendapat bantuan dari kabupaten sebesar 50 juta. Bantuan tersebut kemudian diputar menjadi modal untuk kegiatan simpan pinjam di kelompok tani ini, yang berlangsung sampai dengan saat ini. Selain lembaga-lembaga tingkat padukuhan tersebut, di Padukuhan Kanoman terdapat Bank Sampah Amanah Kanoman untuk mengelola sampah warga. Bank sampah tersebut dikelola oleh para ibu di Dukuh Kanoman. Sampah yang dikumpulkan dipilah dan dikelola untuk kemudian dijual ke penampung barang bekas, yakni Pak Ali yang merupakan warga Dukuh Sukunan.<\/li>\n\n\n\n<li>Sarana-Prasarana Sarana prasarana yang berada di Padukuhan Kanoman antara lain adalah sebagai berikut:\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Fasilitas Pendidikan: terdapat 1 buah sekolah dasar negeri yakni SD Kanoman<\/li>\n\n\n\n<li>Fasilitas Peribadatan: Terdapat 3 buah masjid, yakni Masjid Mukliman Kanoman, Masjid Aljamiah Geplakan dan Masji Al Asel yang berada di Perumahan Kanoman.<\/li>\n\n\n\n<li>besar jalan di Padukuhan Kanoman sudah diperkeras (aspal) dan juga berupa conblock<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkembangan Padukuhan<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Sejarah Padukuhan Kalurahan Banyuraden adalah penggabungan antara kelurahan Banyumeneng dan kelurahan Kradenan. Penggabungan kedua kelurahan tersebut terjadi pada tahun 1946 berdasarkan Maklumat Pemerintah Provinsi Yogyakarta. Padukuhan Kanoman merupakan salah satu padukuhan di wilayah Banyuraden. Padukuhan Kanoman terdiri dari 2 kampung, yakni Kampung Kanoman dan Kampung Geplakan. Seiring dengan perkembangan waktu, muncul Perumahan Kanoman pada tahun 1981 yang mayoritas warganya bekerja sebagai dosen. Selain Perumahan Kanoman, di wilayah dukuh ini juga terdapat Perumahan Dinas Kejaksaan. Kepala Padukuhan Kanoman saat ini merupakan Kepala Dukuh kedua yang menjabat di Kanoman. Kepala Dukuh Pertama dijabat oleh Pak Muhayat sejak tahun 1946 -1991. Pada tahun 1991, melalui ujian di Kabupaten, Bapak Jumakir diangkat menjadi Kepala Dukuh Kanoman. Jabatan Kepala Dukuh hingga saat.<\/li>\n\n\n\n<li>Trend Perkembangan Wilayah Trend perkembangan wilayah di Padukuhan Kanoman jika dibandingkan dengan wilayah padukuhan lainnya di Kalurahan Banyumeneng, termasuk tidak begitu cepat. Namun demikian, seperti halnya wilayah Sub-urban, batas Padukuhan Kanoman memiliki ciri adanya pemukiman yang berdempetan dengan sawah. Selain ciri spasial yang terlihat, ciri lainnya adalah beralihnya mata pencaharian penduduk dari pertanian menjadi non-pertanian.<\/li>\n\n\n\n<li>Data Pertanahan Dari keseluruhan 651 bidang tanah di Padukuhan Kanoman, masih ada 3 bidang yg belum sertipikat. Hal itu terjadi karena sudah habisnya kuota untuk kegiatan PTSL. Terdapat 2 bidang tanah Sultan Ground yang tidak dimanfaatkan, yang luasnya masing-masing \u00b1200 m2. Sultan Ground tersebut tidak dimanfaatkan karena lokasinya tidak strategis. Lokasi Sultan Ground yang pertama berada di sebelah makam kanoman, sedangkan yang lokasi yang kedua berada di samping bendungan kanoman yang letaknya di bawah jalan (elevasi rendah). Grand Total 275.453 dengan rincian :\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Non Pertanian Untuk Fasos \/ Fasum : 10.597<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk Kegiatan Produksi Pertanian : 53.865<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk Pemanfaatan Tempat Tinggal : 141.268<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk Kegiatan Produksi Pertanian : 60.476<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk Pemanfaatan Tempat Tinggal : 9.247<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peran Serta Masyarakat<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kondisi Ekonomi Sebagian besar masyarakat di Padukuhan Kanoman bekerja sebagai buruh bangunan. Namun demikian, masih ditemukan kegiatan UMKM di padukuhan ini, seperti misalnya terdapat pabrik kerupuk, toko kelontong, usaha kuliner, dan juga lembaga pendidikan keterampilan (LPK Wakawashi Mandiri Indonesia) yang menyalurkan tenaga kerja ke Jepang.<\/li>\n\n\n\n<li>Kondisi Sosial Kegiatan arisan warga dilakukan sebagai pengikat antar warga, arisan dilakukan pada tingkat dasawisma maupun RT. Dalam rangka menjaga keamanan lingkungan, dilaksanakan pula kegiatan ronda. Kegiatan ronda dilakukan per RT, di mana setiap malamnya 5 orang berkeliling untuk menjaga lingkungan dan mengumpulkan jimpitan. Warga Padukuhan Kanoman masih rutin juga menyelenggarakan kerja bakti dalam rangka bersih-bersih kampung. Biasa nya kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan dalam rangka mempersiapkan acara lomba, maupun untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan Posyandu di Padukuhan Kanoman ini rutin dilaksanakan pada tanggal 14 setiap bulannya<\/li>\n\n\n\n<li>Kondisi Budaya Terdapat kesenian karawitan di Padukuhan Kanoman. Pada tahun 2022, Padukuhan Kanoman mendapat bantuan dari Bupati seperangkat alat kesenian karawitan. Untuk mendukung kegiatan karawitan ini, pihak padukuhan mengundang pelatih dari ISI setiap hari kamis dan sabtu. Para peserta pelatihan cukup beragam, yakni terdiri atas kaum bapak, ibu dan anak-anak usian remaja. Tradisi budaya lainnya di Padukuhan Kanoman adalah tradisi Nyadran yang dilaksanakan setiap bulan puasa. Nyadran diselenggarakan dengan membuat masakan ingkung dan nasi gurih, yang ramai-ramai di makan bersama di Makam Kanoman, atau yang dikenal dengan istilah kembul bujono. Tradisi sukur wiwit sudah lama tidak dilakukan di Padukuhan Kanoman. Salah satu alasannya adalah karena di Wilayah Padukuhan Kanoman lahan pertanian sudah tidak terlalu banyak. Penduduk Dukuh Kanoman, rata-rata bermata pencaharian sebagai buruh, dan bertani hanya sebagai sambilan.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Padukuhan Kanoman Potensi Padukuhan Perkembangan Padukuhan Peran Serta Masyarakat<\/p>\n","protected":false},"author":89,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-4008","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4008","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/89"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4008"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4008\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4023,"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/4008\/revisions\/4023"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/banyuradensid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4008"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}